MAKALAH
PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BUDAYA BANGSA
Oleh :
Debra Zuan Muzaqi Hamid
XII IPA 1 / 5
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Globalisasi adalah kata yang sangat sering kita ucap atau kita dengar. Mengapa demikian? Karena setiap hari kita selalu besahabat dengan teknologi. Teknologi itu sering dapat berupa ponsel atau telepon genggam.
Kita tidak dapat
terhindar dari kata teknologi, karena era modern ini sudah banyak manusia yang
menggunakan teknologi. Bahkan, sekarang sudah ada teknologi yang lebih canggih
yaitu internet.
Dari internet ini, semua
lapisan masyarakat dapat mengakses berbagai macam informasi. Informasi itu
tentunya bukan dari dalam negeri saja, tetapi informasi tentang masyarakat luar
negeri.
Informasi dari luar
inilah yang harus kita waspadai pengaruhnya bagi masyarakat. Karena banyak
budaya-budaya luar yang semestinya tidak ditiru malah menjadi ikut membudaya
dalam masyarakat Indonesia.
Dalam Indonesia sendiri,
sudah banyak budaya-budaya luar yang sudah merusak atau membawa dampak negatif
yang besar. Dampak ini dialami banyak oleh para kaum remaja.
Mengapa saya katakana
demikian? Karena remaja sekarang banyak mencontoh pakaian orang-orang barat
yang tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia. Maka dari itu kita sebagai orang
muslim harus menyikapi dengan baik cara berpakaian dari orang-orang barat.
Karena sering kita lihat pakaian yang sudah ditiru remaja sekarang yaitu
pakaian yang mengumbar aurat.
Oleh karena itu, pengaruh
globalisasi terhadapa budaya bangsa harus kita antisipasi. Tapi tidak menutup
kemungkinan bahwa pengaruhnya bukan yang negative saja. Pengaruh positif dapat
kita saring sebagai bahan pembelajaran. Pengaruh positif tentu saja bias
mendatangkan manfaat.
B.
Rumusan Masalah
1)
Apakah globalisasi itu?
2)
Apakah yang dimaksud dengan perubahan budaya?
3)
Apakah yang dimaksud dengan konsep & globalisasi budaya?
4)
Bagaimana pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa?
5)
Bagaimanakah upaya kita untuk menyikapi pengaruh globalisasi, khususnya
terhadap budaya bangsa Indonesia ?
C.
Tujuan
Tujuan penulisan dari
makalah ini adalah untuk menjadi bahan diskusi, wacana dan lain-lain yang dapat
bermanfaat. Selain itu, memberikan informasi tentang apa sebenarnya globalisasi
itu. Tujuannya yang lain, yaitu untuk mengetahui bagaimanakah perubahan budaya
itu terjadi.
Tapi yang paling utama,
untuk menyampaikan kepada pembaca tentang pengaruh budaya bangsa Indonesia.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Globalisasi
Globalisasi berasal dari kata globe yang artinya dunia. Globalisasi artinya proses mendunia atau menuju dunia. Globalisasi adalah sebuah istilah yang memiliki hubungan dengan peningkatan keterkaitan dan ketergantungan antar bangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdangangan, investasi, perjalanan, budaya popular dan bentuk interaksi yang lain sehingga batas-batas suatu Negara menjadi bias.
Dalam globalisasi,
orang-orang, wilayah-wilayah dan Negara-negara saling berhubungan dan saling
bergantung. Hal itu, berarti setiap fenomena, baik itu perubahan atau integrasi
social budaya, merupakan hal yang tidak terlepas dari perubahan atau integrasi
di bagian lain dari dunia ini.
Globalisasi merupakan
suatu proses pengintegrasian manusia dengan segala macam aspek kehidupan ke
dalam satu kesatuan masyarakat yang utuh dan lebih besar dalam kehidupan
internasional. Globalisasi terjadi karena perkembangan yang pesat di bidang
komunikasi, teknologi informasi, dan arus transportasi. Arus globalisasi tidak
dapat kita bending karena itu harus kita ikuti dan kita tangkap sebagai
peluang. Dan yang harus kita hindari dalam arus globalisasi adalah sikap asal
meniru terhadap perubahan, namun hendaknya sikap meniru dan mengambil sebuah
nilai selalu diseleksi terlebih dahulu agar sesuai dengan kepribadian bangsa
Indonesia yaitu Pancasila.
B.
Pengertian Perubahan Budaya
Perubahan budaya adalah
perubahan yang terjadi pada unsur-unsur kebudayaan karena unsur-unsur
kebudayaan itu sudah tidak cocok lagi bagi kehidupan masyarakat. Perubahan
kebudayaan terjadi karena adanya perubahan pola berpikir masyarakat yang
menjadi pendukung kebudayaan.
Perubahan kebudayaan
dapat diartikan sebagai adnya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan
yang berbeda sehingga terjadi keadaan yang tidak serasi fungsinya dalam
kehidupan sosial.
Perubahan kebudayaan ini
jauh lebih luas daripada perubahan social karena perubahan budaya menyangkut
banyak aspek, seperti kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, berorganisasi
bahkan juga filsafat.
C. Konsep
dan Globalisasi Budaya
Dalam pranata Wikipedia,
didapatkan arti dari pada budaya sebagai berikut: ” budaya atau kebudayaan
berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak
dari buddhi (budi atau akal) diartikan dengan hal-hal yang berkaitan dengan
budi dan akal manusia”. Sedangkan para ahli mengemukakan pendapatnya
masing-masing mengenai budaya. Menurut Edwar
B. Taylor: ” Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,yang didalamnya mengandung kepercayaan,kesenian ,moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan- kemampuan lain yang didapat seorang sebagai anggota masyarakat ”. Sementara itu Selo Soemardjan dan Seelaiman Soemardi , menurut mereka ” kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan cipta masyarakat”. Dalam definisi globalisasi menurut beberapa ahli, salah satunya adalah Jan Aart Scholte mengatakan globalisasi adalah: ”serangkaian proses dimana relasi sosial menjadi relatif terlepas dari wilayah geografis”. Sementara bila mana menilik definisi budaya diatas, maka bisa diartikan bahwa globalisasi budaya adalah : ”serangkaian proses dimana relasi akal dan budi manusia relatif terlepas dari wilayah geografis”.
B. Taylor: ” Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks,yang didalamnya mengandung kepercayaan,kesenian ,moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan- kemampuan lain yang didapat seorang sebagai anggota masyarakat ”. Sementara itu Selo Soemardjan dan Seelaiman Soemardi , menurut mereka ” kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa dan cipta masyarakat”. Dalam definisi globalisasi menurut beberapa ahli, salah satunya adalah Jan Aart Scholte mengatakan globalisasi adalah: ”serangkaian proses dimana relasi sosial menjadi relatif terlepas dari wilayah geografis”. Sementara bila mana menilik definisi budaya diatas, maka bisa diartikan bahwa globalisasi budaya adalah : ”serangkaian proses dimana relasi akal dan budi manusia relatif terlepas dari wilayah geografis”.
Hal ini memunculkan
jalinan situasi yang integratif antara akal dan budi manusia disuatu belahan
bumi yang satu dengan yang lainnya. Sementara itu dalam pandangan hiperglobalis
mereka berpendapat tentang definisi globalisasi budaya adalah: “homogenization
of the wold under the uauspices of American popular culture or Western
consumerism in general “. Ini berarti bahwa globalisasi budaya adalah proses
homogenisasi dunia dibawah bantuan budaya popular Amerika atau paham komsumsi
budaya barat pada umumnya.
Definisi hiperglobalis
tersebut, jika bisa disamakan dengan keanekaragaman istilah globalisasi pada
umumnya, yang salah satunya adalah Westernisasi. Dimana ada penyebaran budaya
barat terutama kebudayaan Amerika. Namu, jika dilihat lebih lanjut, definisi
dari hiperglobalis tidak bisa terlepas dari pada sifat-sifat yang cenderumg
mengandung pikiran ekonomi,berorientasi ekonomi.
Hal itu jelas dapat
dilihat dan dinilai dari penekanan paham konsumsi terhadap budaya Barat pada
umumnya. Jadi bisa juga diartikan bahwa, budaya barat adalah budaya yang
diperjualbelikan, sementara masyarakat dunia pada umumnya adalah konsumen yang
menikmati. Sehingga munculah kondisi dimana istilah Westernisasi digunaklan
sebagai simbolis terhadap sifat konsumerisme tersebut. Baik itu konsumsi
terhadap bentuk pemerintahan atau sistim politik, mekanisme pasar atau paham
ekonomi , bahkan hingga bentuk celana jeans atau kebudayaan.
D.
Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa
Unsur-unsur kebudayaan
yang dipengaruhi oleh globalisasi menyebabkan terjadinya perubahan sosial
budaya maupun perilaku suatu masyarakat. Unsur-unsur kebudayaan tersebut antara
lain sistem religi, organisasi masyarakat, pengetahuan, bahasa, kesenian, mata
pencaharian, dan teknologi.
Contoh perubahan unsur
kebudayaan dari sistem teknologi yaitu, penyalahgunaan handphone dan internet
untuk hal-hal menyimpang.
Contoh yang lain dari
pengaruh globalisasi yaitu hilangnya budaya asli suatu daerah atau suatu
negara, terjadinya erosi nilai-nilai budaya, menurunnya rasa nasionalisme dan
patriotisme,hilangnya sifat kekeluargaan dan gotong royong,kehilangan
kepercayaan diri, dan gaya hidup kebarat-baratan.
Selain itu saat ini
masyarakat sedang mengalami serbuan yang hebat dari berbagai produk pornografi
berupa tabloid, majalah, buku bacaan di media cetak, televisi, radio, dan
terutama adalah peredaran bebas VCD. Baik yang datang dari luar negeri maupun
yang diproduksi sendiri. Walaupun media pernografi bukan barang baru bagi
Indonesia, namun tidak pernah dalam skala seluas sekarang. Bahkan beberapa
orang asing menganggap Indonesia sebagai ”surga pornografi” karena sangat
mudahnya mendapat produk-produk pornografi dan harganya pun murah. Dan
contoh lain misal kita berjalan-jalan di mall atau di tempat publik
sangat mudah menemui wanita Indonesia yang berpakaian serba minim dan mengumbar
aurat. Dimana budaya itu sangat bertentangan dengan dengan norma yang ada di
Indonesia. Belum lagi maraknya kehidupan free sex di kalangan remaja masa kini.
Terbukti dengan adanya video porno yang pemerannya adalah orang-orang
Indonesia.
Di sini pemerintah
dituntut untuk bersikap aktif tidak masa bodoh melihat perkembangan kehidupan
masyarakat Indonesia. Menghimbau dan kalau perlu melarang berbagai sepak
terjang masyarakat yabg berperilaku yang tidak semestinya. Misalnya ketika
Presiden Susilo Bambang Yudoyono menyarankan agar televisi tidak merayakan goyang
erotis denga puser atau perut kelihatan. Ternyata dampaknya cukup terasa,
banyak televisi yang tidak menayangkan artis yang berpakaian minim.
Nilai Budaya yang mulai
memudar lainnya adalah Budaya tari-tarian. Tari Indonesia sangatlah beraneka
ragam, setiap daerah memiliki ciri tersendiri dalam pembawannya. Beragam jenis
gerak dan gerik telah tercipta dan menjadikan suatu kesatuan seni yang terlihat
indah dan harmonis. Lenggak-lenggok khas wanita Indonesia dan gagah pembawaan
penari laki-laki. Contoh-contoh tarian dari Indonesia adalah tari pendet, tari
ramayana, tari kecak, tari jaipong, tari piring, tari saman dan masih banyak
lagi. Sangat banyak rupa, gerakan dan cara membawakannya. Itulah budaya yang
dapat kita banggakan sebagai warga Indonesia.
Dari banyaknya pilihan
tari yang ada, banyak yang tidak mengetahuinya atau bahkan sampai mereka
bertanya ‘apakah itu merupakan tarian Indonesia?’ suatu pertanyan yang cukup
miris di dengarnya. Dengan kemajuan berbagai media informasi dan dengan
mudahnya untuk di akses, masih banyak yang tidak mengetahui budaya tari
sendiri. Padahal manfaat dari teknologi sendiri adalah untuk mempermudah
manusia untuk mencari informasi.
Namun tarian yang mereka
ketahui saat ini adalah tari-tari ‘Dance’ yang pembawaanya sangat ‘energic’ dan
gerakannya yang terlihat begitu cepat. Wanita Indonesia digambarkan sebagai
peribadi yang lembut dan penuh dengan kehalusan, akan terlihat kurang baik jika
harus meniru tari-tarian yang dicontohkan orang barat itu. Cobalah untuk
membuat dirimu mencintai tari-tarian tradisional. Jangan lihat dari satu sisi
saja, tapi lihatlah dari berbagai sisi bahwa banyak nilai positif jika kita
lebih memilih dan menyukai tarian dari Indonesia. Jangan takut dianggap sebagai
orang yang tidak ‘Modern’ hanya karena lebih memilih untuk mempertahankan
budaya tari Indonesia. Tapi harusnya orang yang masih mempertahankan budaya
inilah yang dibanggakan. Di zaman sekarang sudah sangat jarang ditemui
anak-anak muda yang ikut berpartisipasi dalam melestarikan budaya. Hanya
beberapa saja, yang masih melestarikannya dan kebanyakan mereka adalah anak
muda yang tinggal di pedesaan.
Permainan Tradisional pun
tidak luput dari dampak globalisasi. Dengan kemajuan teknologi yang modern,
anak-anak lebih senang bermain dengan alat-alat canggih dibandingkan bermain
dengan permainan tradisional atau teman sebayanya. Dampak yang terjadi dari
kedekatan anak-anak terhadap teknologi cukup menjadi masalah yang panjang.
Anak-anak yang sering bergaul dengan alat-alat kesukaanya seperti Laptop, PSP,
Robot canggih dan sebagainya. Akan mempengaruhi Psikologis dalam kehidupannya.
Anak ini akan cenderung tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya, tidak
percaya diri dalam bergaul dengan teman sebaya dan akan mengalami dampak
kecanduan jika terlalu sering menggunakan permainan-permainan canggih tersebut.
Dalam kehidupan
sehari-haripun pengaruh globalisasi sudah cukup terlihat. Budaya gotong-royong
antar sesama rupanya kini mulai memudar. Saat ini kebanyakan orang lebih
memilih untuk hidup secara individual atau hidup masing-masing tanpa
memperdulikan orang terdekatnya disekitarnya. Padahal budaya gotong-royong
dalam bermasyarakat sangat dibutuhkan, selain manfaatnya untuk memperingan
melakukan suatu pekerjaan, juga dapat mempererat tali persaudaraan antar
masyarakat.
Jika budaya ini hilang,
bagaimana cara untuk mempererat kesatuan antar sesama. Perselisihan akan sering
terjadi karena keegoisan masing-masing yang lebih mementingkan diri sendiri
tanpa peduli terhadap orang lain. Manusia diciptakan sebagai makhluk
sosial, tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan peran orang lain. Peran
sebagai saudara bersama inilah yang dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.
E.
Menyikapi Pengaruh Globalisasi Terhadap Budaya Bangsa
Arus globalisasi sangat
kuat maka harus diantisipasi dengan bijaksana. Dengan demikian dapat diadakan
untuk memperkecil dampak negatif serta memperkaya wawasan, sehingga mewakili
kesiapan menerima dampak positif. Hal yang paling dikhawatirkan atas derasnya
arus globalisasi adalah memudarkan kepribadian bangsa atau jati diri bangsa.
Upaya-upaya pembangunan jati diri bangsa Indonesia, termasuk didalamnya
penghargaan nilai budaya dan bahasa, nilai-nilai solidaritas sosial,
kekeluargaan dan cinta tanah air yang dirasakan semakin memudar dapat
disebabkan oleh beberapa faktor.Dalam kenyataannya didalam struktur masyarakat
terjadi ketimpangan sosial, baik dilihat dari status maupun tingkat pendapatan.
Kesenjangan sosial yang semakin melebar itu menyebabkan orang kehilangan harga
diri. Budaya lokal yang lebih sesuai dengan karakter bangsa semakin sulit
dicernakan sementara itu budaya global lebih mudah merasuk.
Ada juga beberapa cara
untuk menyikapi pengaruh globalisasi terhadap budaya bangsa, antara lain:
1.
Memberi pendidikan kebudayaan
Jati diri bangsa dan kepribadian
bangsa akan diukur oleh perilaku-perilaku individu dalam masyarakat. Kita
hindari nilai kepribadian yang dapat merusak identitas dan jati diri bangsa,
antara lain sebagai berikut.
a.
Perilaku ketergantungan pada narkoba
b.
Perilaku seks bebas
c.
Perilaku premanisme
d.
Perilaku hedonis
Adapun pendidikan
kebangsaan dapat diberikan melalui.
a.
Pembinaan dan pengembangan Bahasa Indonesia
b.
Program muatan lokal
Yang dimaksud muatan
lokal adalah program pendidikan yang isi dan media penyampaiannya dikaitkan
dengan lingkungan alam, sosial, budaya dan kebutuhan daerah yang perlu diajari
oleh murid. Dalam hal ini kurikulum akan memberi perhatian serius tentang
pembelajaran yang perlu ditonjolkan di suatu daerah antara lain.
1) Adanya
pelajaran bahasa daerah
2)
Masuknya pelajaran kesenian daerah
3)
Budidaya industri di suatu daerah
2.
Pelestarian budaya bangsa
Keragaman budaya
merupakan sesuatu yang menjadi cir khas nilai-nilai kemanusiaan. Bahkan apabila
ada upaya untuk meninggalkan ciri khas tersebut tentu akan mendapat penolakan
masyarakat. Untuk itu perlu adanya dukungan terhadap upaya-upaya yang mengarah
pada pelestarian budaya bangsa.
3.
Pemberdayaan organisasi kepemudaan
Generasi muda memiliki
potensi berupa daya serap yang tinggi dan sarat akan kritikan. Generasi muda
memiliki kepentingan yang sangat besar dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Generasi mudalah yang paling menentukan kehidupan suatu bangsa, pada hari ini
dan hari esok.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari uraian dan
penjelasan diatas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dampak globalisasi
kenyataannya sangat berpengaruh terhadap prilaku dan budaya masyarakat
Indonesia dimana fenomena peng- globalan dunia harus disikapi dengan arif dan
positif thinking karena globalisasi dan modernisasi sangat diperlukan dan
bermanfaat bagi kemajuan. Namun kita tidak boleh lengah dan terlena, karena era
keterbukaan dan kebebasan itu juga menimbulkan pengaruh negatif yang akan
merusak budaya bangsa. Menolak globalisasi bukanlah pilihan tepat, karena itu
berarti menghambat kemajuan ilmu pengetahwan dan teknologi. Akan tetapi perlu
kecerdasan dalam menyaring efek globalisasi. Akses kemajuan tehnologi
informatka dan komunikasi dapat dimanfaatkan sebagai pelestari dan pengembang
nilai-nilai budaya lokal.Jati diri daerah harus terus tertanam dijiwa
masyarskat Indonesia, serta harus terus, meningkatkan nilai-nilai keagamaaan.
B.
Saran
Sebagai generasi yang
pandai, harusnya kita mampu dan siap untuk menghadapi pengaruh globalisasi.
Pengaruh negatif atau positif itu tergantung individu yang mengartikan sendiri.
Sebagai pribadi yang unggul dan cerdas pasti akan tahu apa yang akan dilakukan
dengan memanfaatkan globalisasi ini. Karena banyak juga yang di dapat
dari globalisasi jika kita mampu memanfaatkannya dengan baik, hasil yang
kita dapatkan akan baik juga. Begitupun sebaliknya, jika kita memanfaatkan
dengan tidak baik, hasil yang di dapat juga tidak akan baik.
Apapun boleh kita
manfaatkan selama berpengaruh baik terhadap diri kita, orang lain, bangsa, dan
tentunya juga Negara. Apalagi untuk memajukan budaya bangsa, itu merupakan
suatu tindakan yang mulia dan sangat berjasa untuk sebuah negara.


